KONDISI UMUM HUTAN JAMBI

Hutan alam di Jambi merupakan salah satu dari sedikit kawasan hutan alam di Sumatera yang tersisa, dan menjadi rumah terakhir bagi spesies kunci Sumatra: Gajah Sumatera, Harimau Sumatera, Orang Utan, Tapir, Cendawan Muka Rimau, Bunga Bangkai dan lainnya. Selain itu juga ekosistem hutan alam ini menjadi gantungan hidup terpenting bagi suku-suku asli marjinal seperti Orang Rimba, Bathin IX , Talang Mamak dan Suku Melayu Tua. Keberadaan hutan alam sebagian berada didalam 4 Taman Nasional yang berada di Provinsi ini seperti Taman Nasional Kerinci Seblat (429.630 hektar), Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (33.000 hektar), Taman Nasional Bukit Duabelas (60.500 hektar) dan Taman Nasional Berbak (146.000 hektar).

Tingginya laju konversi, eksploitasi secara besar-besaran membuat jambi kehilangan hutannya hingga hampir 4 juta hektar, dimana dari total jumlah hutan Jambi 5 juta hektar saat ini tersisa hanya 1 juta hektar. Berdasarkan hasil analisis peta citra satelit yang dilakukan KKI Warsi, menunjukkan bahwa trend kehilangan hutan Jambi meningkat dari tahun ke tahun. Tahun 1990 tutupan hutan di Provinsi Jambi mencapai 2,4 juta hektar, namun tahun 2000 jumlahnya menyusut hingga menjadi 1,4 juta hektar. Sehingga dapat disimpulkan bahwa selama 10 tahun saja Provinsi Jambi telah kehilangan tutupan hutan sekitar 1 juta Hektar.

Kondisi tersebut makin diperparah dengan lemahnya tata kelola kehutanan, apalagi dengan terus menguatnya otonomi daerah.Kebijakan pembangunan dalam pengelolaan sumberdaya hutan diera otonomi ini belum menyentuh sama sekali kepentingan masyarakat dalam menjamin kesejahteraan dan perlindungan bagi pemanfaatan secara berkelanjutan.